Total Tayangan Laman

Rabu, 28 Desember 2011

Alat-Alat Laboratorium

ALAT ALAT LABORATORIUM

Untuk mendukung pelaksanaan percobaan dan pengamatan karakteristik dari suatu rangkaian maka diperlukan peralatan tambahan. Disamping modul praktikum, keberadaan peralatan ini ternyata sangat penting karena tanpa adanya peralatan ini maka percobaan tidak akan bisa dilakukan. Peralatan tersebut antara lain :

Meja praktikum

Meja praktikum merupakan sarana utama praktikum berlangsung. Di meja ini tersedia berbagai modul pendukung praktikum, mulai dari catu daya hingga generator sinyal. Masing masing modul disusun berupa panel-panel dengan antarmuka yang mudah dilepas dan disambung. Masing masing panel dilengkapi dengan sekring pengaman.

Mulai dari kiri adalah panel pengaman yang berfungsi sebagai saklar utama yang mengaktifkan meja. Panel ini dilengkapi juga dengan Mini Circuit Breaker (MCB) yang berfungsi sebagai pengaman gangguan misalnya beban arus berlebih atau orang tersetrum. Panel selanjutnya yaitu sumber tegangan 3 fasa, sumber tegangan AC variabel, sumber tegangan DC, sumber tegangan AC terisolasi, generator sinyal dan terakhir adalah catu daya AC 220 V.

Sumber tegangan AC variabel menggunakan transformator variabel yang bisa digunakan untuk menghasilkan tegangan AC dengan range mulai 0 s/d 250 V. Di panel ini dilengkapi juga dengan kuprox atau penyearah gelombang penuh.

Sumber tegangan DC merupakan regulator tegangan linier yang mampu menghasilkan tegangan DC mulai dari -15 s/d +15 V. Pada panel ini terdapat indikator berupa LED yang akan menyala jika arus yang diberikan ke beban melewati batas. Karena catu daya ini menggunakan rangkaian regulator linier maka arus yang bisa diberikan tidak terlalu besar. Pada panel juga terdapat sekring untuk pengaman. Sumber tegangan AC terisolasi merupakan sumber tegangan AC 220 V yang diisolasi dari sumber tegangan PLN dengan trafo isolasi.

Generator sinyal bisa menghasilkan sinyal dalam bentuk sinus, segitiga dan kotak dengan tegangan puncak ke puncak mulai dari 0 s/d 20 Vpp. Frekuensinya bisa diatur mulai dari 0 s/d 22 KHz. Terdapat 3 sumber yang bisa digunakan untuk menghasilkan tegangan sesuai dengan jangkauan sinyal yang ingin dihasilkan, yaitu 0-20 Vpp, 20 dB, dan 40 dB. Sehingga panel ini bisa digunakan untuk menghasilkan sinyal dengan tingkat keakuratan sampai ke orde milivolt! Tetapi kelemahan dari generator sinyal ini adalah tidak mempunyai peraga digital untuk menampilkan nilai frekuensi sehingga kita hanya bisa sepenuhnya mengandalkan alat ukur lain untuk memastikan nilai frekuensi yang dihasilkan.

Catu daya AC digunakan untuk mensuplai catu ke peralatan yang memerlukan catu daya sendiri seperti osiloskop atau Curve Tracer. Catu daya disini tidak dilengkapi sekring dan sepenuhnya mengandalkan MCB sebagai pengamannya.

Osiloskop

Osiloskop digunakan untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Dengan Osiloskop maka kita dapat mengetahui berapa frekuensi, periode dan tegangan dari sinyal. Dengan sedikit penyetelan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.

Gambar Osiloskop


Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol. Display menyerupai tampilan layar televisi hanya saja tidak berwarna warni dan berfungsi sebagai tempat sinyal uji ditampilkan. Pada layar ini terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. Arah horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Panel kontrol berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di layar.

Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal yang bisa digunakan untuk melihat dua sinyal yang berlainan, sebagai contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan dan kanal dua untuk melihat sinyal keluaran.

Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Hal hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah :
1.
Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan(digroundkan).Disamping untuk keamanan hal ini juga untuk mengurangi noise dari frekuensi radio atau jala jala.
2.
Memastikan probe dalam keadaan baik.
3.
Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop.